Book Now

Paket Wisata


View FrontDirectory of Indonesia Export FurnitureMy Solo Shop | Batik Online | Online Store | Toko OnlineGraviga Intermedia

Sate Kambing dan Tengkleng

Sate Buntel adalah sate kambing khas Kota Solo yang lain dari pada yang lain. Sate Buntel adalah sate yang terbuat dari daging kambing yang dicincang, diberi bumbu bawang dan merica dan kemudian di-buntel (dibungkus) dengan lemak kambing. Sate kambing saja sudah enak, apalagi kalau daging kambingnya dicincang dan dibungkus dengan lemak sebelum dibakar hingga matang di atas bara dan dimakan bersama saus kecap, irisan cabe rawit yang diuleg kasar, bawang merah, irisan kol dan tomat. Lebih nikmat lagi dinikmati bersama acar ketimun.

Salah satu warung makan penyedia Sate Buntel yang paling terkenal di Solo adalah warung Sate Kambing Tambak Segaran, Jalan Sutan Syahrir No 39 (Widuran) yang telah berjualan sejak tahun 1948. Kesuksesan warung sate ini mendorong munculnya banyak warung sate buntel lainnya.
Jika anda penggemar wisata kuliner dan sedang memesan satu porsi sate buntel, perlu diketahui bahwa satu porsi sate buntel tidak berisi 10 tusuk sate seperti sate biasanya. Kenapa? karena ukuran sate buntel ini besar dan satu porsi sate biasanya sudah cukup banyak untuk dimakan berdua. Tetapi ada baiknya anda pastikan dulu besar satenya sebelum memesan, agar tidak kelebihan ataupun kekurangan.
Selain sate buntel yang mak nyos tadi, di warung sate Tambak Segaran sangat direkomendasikan untuk mencoba sate kikil kambing yang dijamin empuk dan akan membuat anda ketagihan dan juga Gule Sumsum yang nikmat, bayangkan betapa nikmat menghirup kuah gule sembari menyedot sumsum dari tulang.. tempatnya di :

Sate Kambing Buntel Tambak Segaran, Jalan Sutan Syahrirno.39 Widuran. Buka pukul 09.00 WIB.
     

Sate Kambing Bu Hj. Bejo Lojiwetan
   

Tengkleng Mbak Diyah Solo Baru, Ibu Ediyem Pasar Klewer, Yu Tentrem di Jl. Letjen Sutoyo, Bibis
 Tengkleng merupakan salah satu makanan “wajib” bagi pemburu kuliner kota Solo. Gule kambing mungkin merupakan contoh yang paling dekat untuk menggambarkan cita-rasa Tengkleng bagi mereka yang belum pernah menikmatinya. Yang membedakan tentu saja adalah rasa dan kuahnya. Kuah Gule menggunakan santan kelapa, sementara Tengkleng tidak memakai santan. Jadi lumayan, sumber kolesterolnya berkurang satu!
Selain itu isi Tengkleng adalah tulang-belulang kambing dengan sedikit daging yang menempel. Sebagai lauk pelengkap, diberi sate daging, sate usus, sate jeroan, otak dan bagian organ kambing lainnya yang ikut digulai bersama tulang-tulang, seperti mata, pipi, kuping, dan kandungan (klepon).
Kenikmatan makan Tengkleng akan terasa ketika kita menggerogoti sedikit daging yang tersisa dari tulangnya atau mengisap-isap isi sumsum tulang.
Anda dapat menikmati tengkleng di Pasar Klewer, di sana ada Ibu Ediyem yang berjualan di lapaknya yang sederhana di samping Gapura Pasar Klewer atau ke warung tengkleng Yu Tentrem di Jl. Letjen Sutoyo, Bibis. Biasanya pembeli duduk di atas bangku kayu berdesak-desakan lalu makan dengan lahap menikmati nasi tengkleng yang disajikan. Karena rasanya yang khas, masakan tengklengnya Ibu Ediyem maupun Yu Tentrem sering dipesan pejabat yang mengadakan acara kantor maupun keluarga.